Peresmian dan peninjauan dapur MBBG A DAN F di kelurahan lubuk aman , kecamatan lubuk Linggau barat 1,oleh Walikota Lubuk Linggau 

Musirawas-mantab.com
Lubuklinggau,— Pemerintah Kota Lubuklinggau bersama jajaran relawan dan pihak terkait melaksanakan peresmian serta peninjauan operasional Dapur A dan F yang berlokasi di Jalan Cendana, Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Sumatera Selatan, (2/10/2025)
Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat rentan, khususnya di wilayah Lubuklinggau Barat I. Hingga saat ini, program ini telah melayani sebanyak 2.873 penerima manfaat, termasuk ibu menyusui, ibu hamil (Bumil), dan balita.
Dalam wawancara bersama awak media, Harri Yadi, selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa distribusi makanan telah menjangkau berbagai lembaga pendidikan dan posyandu di wilayah tersebut.
“Untuk sekolah yang menjadi titik penerima, antara lain: TK Al Hadi, TK Pembina, SD Negeri 1, 2, 3, 4, 6, SMP Negeri 4, dan SMA Negeri 9. Sementara untuk posyandu, terdapat 104 titik, termasuk Posyandu Perumnas yang saat ini telah memasuki hari ke-13 layanan,” ujarnya.
Demi menjamin keamanan dan kualitas distribusi, dapur tersebut telah dilengkapi dengan 16 titik kamera CCTV, serta hanya dapat diakses oleh relawan yang terdaftar. Selain itu, saat ini sedang diproses sertifikasi SLS (Sanitasi dan Laik Sehat), pelatihan penjamah makanan, serta pembaruan sertifikat halal dan sertifikat keamanan pangan (Safe Food).
Untuk mendukung kelancaran operasional, total tenaga kerja yang terlibat berjumlah 52 orang, terdiri dari 47 relawan yang difasilitasi oleh pemerintah pusat dan 5 tambahan dari pihak lokal. Selain itu, tim juga diperkuat oleh satu kepala STPI, ahli gizi, tenaga angkutan, dan asisten lapangan.
Terkait target jumlah penerima manfaat, Harri menyebutkan bahwa sesuai juknis lama, seharusnya dapur mampu melayani hingga 4.000 orang. Namun, karena keterbatasan jumlah siswa di sekolah yang ada di wilayah ini, saat ini realisasi masih berada di kisaran 3.000 penerima manfaat.
“Sebetulnya sekolah-sekolah itu cukup banyak, namun jumlah siswanya tidak terlalu besar. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam mobilisasi. Tapi insyaallah dalam waktu dekat akan kita tingkatkan,” tambahnya.
Terkait dinamika di lapangan, ia juga menyinggung adanya beberapa sekolah yang sempat menolak menjadi penerima manfaat. “Sesuai arahan dari pusat, seharusnya bila ada penolakan harus disertai dengan surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia. Namun, tidak ada kewajiban bagi sekolah untuk menolak, jika bersedia menerima pun tidak masalah,” jelasnya.
Ke depan, direncanakan akan dilakukan launching tambahan 1 hingga 3 dapur baru. Saat ini, dua dapur telah berjalan aktif dan distribusi diarahkan secara terkoordinasi untuk menjangkau seluruh penerima manfaat di Lubuklinggau Barat I.
